Selasa, 29 Maret 2011

AKU dan KENANGANKU

23 Juli 2010,,,
hari itulah aku meninggalkan tanah kelahiranku,,,,
aku meninggalkan semua keluargaku yang selala ini selalu menemaniku,,,
aku meninggalkan ibuku yang selama ini selali disampingku,,
aku meninggalkan ke2 adikku yang selama ini mereka ber2lah yang menjadi pelipur laraku,,,

aku terukir jelas di memoriku,,
pengumuman SNMPTN yang menyatakan aku LULUS di Unversitas Padjadjaran jurusan sastra Perancis,,,
saat aku melihat pengumuman itu, ibuku hanya bisa diam tanpa berkomentar apa2,,,
aku tak tau apa dia senang atau dia sedih karena anak perempuanya dan anak pertamanya akan meninggalkannya,,,,
sebagian anggota keluargaku ada yang mendukungku, ada yang mengatakan alangkah lebih baiknya kamu mengabil pendidikan matematika d UNP pada tes nonreguler lagi, dan ada juga terserah pada pilihanku,,,
aku bener2 bingung apa yang seharusnya kau lakukan,,,,
apa aku harus meninggalkan tanah kelahiranku ini dan menuntut ilmu d negei orang yang belum pernah aku datangi,,,??

ayahku sangat mendukung kepergiaanku,,,,
katanya masih terniang jelas di telinga,,,
"alah turuik se lah lai, kalau nasib elok samo icha beko bisa icha bisa karajo di kedutaan di paris, bilo lo icha ka iduik mandiri tanpa urang tuo lai, kalau icha dak pai bolo lo apa jo ama mancaliak nagari urang"
perkataan ayahku yang menjadi penguat aku untuk berangkat,
apa lagi ke2 adikku sangat mendukungku untuk menuntut ilmu ke negeri orang ini,,
"uni bilo lo ipet samo iche ka banduang kalo uni dak pai kuliak ka bandung, manga kuliah disiko2 se dak bakambang wak do"

sampai akhirnya aku hanya bisa menangis dan diam tanpa kata dan aku menggurung diriku di kamarku semalaman,
ibuku sangat risau dengan sikapku itu tapi aku benar2 tak tau apa yang harus aku lakukan,,
tapi ayahku selalu saja membelaku, walaupun suara ayahku tak terdengar jelas tapi aku tau kalau ayah berkata pada ibuku supaya membiarkan aku menentukan pilihanku sendiri,,,
sampai akhirnya aku tertidur lelap sendirinya,,

keesokan harinya sepulang ayahku jualan, dia memangiku, dia menanyakan bagaiman keputusanku, aku hanya bisa menjawab terserah bagaimana baiknya saja,,,
dan ayah sudah bisa menangkap apa yang aku kuatirkan 'masalah biaya kuliahku', ayah selalu menengakanku masa anak ayah sendiri tidak bisa ayah kuliahkan sedangkan adik ayah saya bisa ayah sekolahkan, kamu
tidak usah memikirkan masalah biaya, kamu pergi saja ke bandung belajar baik2 disana,,,
tapi aku hanya bisa diam dan diam,,,

sampai akhirnya ayah sendiri yang memutskan kalau aku harus melanjutkan pendidikanku di universitas Padjadjaran,,,
ayahku menyuruhku untuk mempersiakan persyaratan2 yang diminta oleh UNPAD,,
dan ayah menyuruh ibukku untuk mempersiapkaan apa saja yang aku butuhkan untuk berangkat ke bandung,,,
malam harinya sebelum aku berangkat, aku benar2 tak tau apakah keputusanku ini benar atau salah,
apalgi aku mendengar sendiri perkataan tetanggaku pada ibuku,,,

"kamu membiarkan anakmu untuk kulaih di bandung dengan jurusan sastra perancis, nanti anakmu mau kerja dimana,,,?? dia akan susah mencari perkerjaan, di tempat kita pekerjaan yang paling berbobot itu hanyalah di bidang kesehatan dan pendidikan"

walau aku melihat ibuku diam tanpa kata, tapi aku tau sebagai seorang ibu aku tau ibuku kuatir tentang itu,
tapi aku tak bisa mundur lagi segala ke perluanku untuk pergi sudah dipersiapkan dengan rapi oleh ibu dan ayahku.

23 Juli 2010 tetapnya jam 10 pagi aku dia antar oleh ibuku ke kota Solok untuk menunggu bis yang akan membawa ke bandung bersama ayahku, ayahku sengaja pergi dengan menggunakan bis karena ayah ingin aku menikmati perjalannku ke bandung karana untuk pertama kali aku bepergiaan jauh,
selama ini tempat yang paling jauh aku kunjingi adaah Dumai,,,
aku menunggu bis yang akan membawaku ke bandung dengan di antar oleh ibuku, kedua sepupuku dan maktuo kerabat ibuku.

akhirnya tepat jam 12.30 aku benar2 meninggalkan tanah kelahiranku,
walaupun ibuku tak menitikkan air mata tapi aku yakin dia sangat sedih aku meninggalkannya tidak untuk seminggu ato 2 minggu tapi untuk beberapa tahun.

ya Allah mudah2 keputusan untuk meninggalkan ranah kelahiranku dan menuntut ilmu di negeri orang ini adalah keputusan yang tepat,,,,,

aku tau biaya pendidikanku disini sebenarnya ingin digunakan ayahku untuk mengunjugi tanah dimana nabi Muhammad menyebarkan islam, aku tau kalau ayahku ingin sekali menggungi temapt itu,
tapi bagi ayahku tugasnya untuk menyekolahkan aku sampai selesai lebih penting dari pada naik haji,,
dia mau aku tak seperti dirinya yang tak bisa menempuh pendidikan, dia ingin aku menjadi orang yang pintar, berguna bagi semua orang,

sedangkan ibuku ingin sekali aku hidup menjadi lebih baik dari dirinya,
dia tidak mau aku megalami nasibnya sama dengannya,,
saat dia tak bisa kuliah,,
belum lagi dia menikah dengan ayahku yang tidak memiliki apa2,,

kalian adalah orang yang paling aku sayang di dunia ini
ayahku yang sangat bijaksana, dia selalu saja mendukungku,
ibuku yang selalu menyayangiku, walau engkau sedih engkau selalu memperlihatkan senyum manis untukku,


ayah dan ibuku ,,,
aku akan selalu menjadi anak yang berbakti padamu,,,
aku akan membuat kalian bangga,,,
aku akan buktikan kalau kepergiaanku meninggalkan kampung dan menuntut ilmu di negeri orang ini adalah keputusan yang sangat tepat,,,
aku akan menjadi orang berhasil,,
aku akan buktikan argumen2 orang itu salah,,,
aku akan memberangkatkan kalian ke tahan suci, untuk menunaikan rukun islam yang 5,,,

untuk adikku LISYE dan FETRI,,,
aku akan menjadi kakak yang seperti kalian harapkan,,
kakak yang bisa menjadi contoh yang baik buat kalian,,,,
kalian pasti akan melihat bandung ini cepat atau lambat,,,

JE T'AIME MON PÈRE et MA MÈRE

0 komentar:

Posting Komentar