Minggu, 18 November 2012

Aneh

Tak tau kenapa, pertemuan kedua itu setelah lama tak bertemu, membuatku merasa aneh terhadapmu. Aku tak tau dengan perasaanku, yang aku tau aku hanya menggapmu adalah temanku, teman yang aku kenal 1 tahun yang lalu. Di taman itu, kau meminta untuk berfoto bersama dengamu, tapi aku hanya berprasangka permintaan sebagai seorang teman kepada temannya. Namun, rasa aneh itu kian bermunculan, aku tak tau itu apa, tapi ada sedikit rasa iri terhadap orang yang dekat denganmu. Kau dekat dengan temanku, aku merasa ada sesuatu yang kosong pada diriku. Saat kau menanyakan aku ikut atau ga menuju ke tempat itu, aku sebenarnya sangat ingin pergi tapi aku tak bisa meninggalkan tanggup jawabku.

Aku takut rasa ini akan menjadi sesuatu yang tak aku inginkan, terlalu lama aku mengharapakan apa yang tak pernah akan dapat aku miliki. Dua kali aku hanya membuat waktu tanpa mendapatkan apa - apa. Enam tahun lamanya aku hanya menunggu dan menunggu tanpa ada respon dari mereka. Aku tak ingin lagi hal ini terjadi denganku terhadapmu. Aku hanya berharap semua ini berakhir, aku tak ingin terluka lagi.

Jumat, 02 November 2012

Luka

10 Agustus 2012
Jam setengah 4 pagi, saat itulah hati ini bagai disambar petir, saat aku mendengar tentang kecelakaan yang menimpa ayahku. Saat itu aku merasa menjadi anak yang tidak berguna, anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya. Aku tak pernah diberitahu tentang musibah yang menimpa ayahku. Ibuku, adikku dan semua keluargaku menyembunyikan semuanya dariku. Aku tak tau harus berkata apa, jantungku seakan - akan berhenti, suaraku tak mampu ku kelurkan, air mata sebisa mungkin ku tahan. Aku hanya bisa menangis di dalam hati.

Ya, Allah saat inilah ketabahan dan kesabaranku di uji. 

Aku berusaha mengeluarkan kata, bahwa ayahku dirawat di RS M.Jamil. Saat itu juga aku ingin sekali pergi melihata ayahku. Namun, aku dilarang oleh adikku. Aku hanya bisa pasrah, aku sadar 2 hari perjalan dari Bandung ke kampung halamanku, itu membuatku sangat lelah. Namun, semua itu hilang dengan mendengar berita itu. Aku sadar, aku harus menunggu matahari terbit untuk pergi melihat ayahku. Di dalam kamarku aku hanya bisa meneteskan air mata tanpa berkata apapun. Hatiku begitu sakit, terluka, marah dan sedih. 

Melihat ayahku dengan mata kanan yang tertutup oleh perban, aku sangat terluka. Namun, aku tak boleh menangis di depan ayahku, aku harus terlihat kuat di depan ayahku. Kata yang bisa keluar dari mulutku hanya bisa marah, karena aku tidak diberi tau. Ayahku menerima kemarahanku dan menghiburku. Ibuku berusaha untuk tegar di depanku, aku tau ibuku sedih dan sangat sedih.

Aku hanya bisa mendengar operasi mata ayahku berlangsung 5 jam, tanpa ada anak beliau yang menemaninya. Aku tak tau sama sekali, kedua adikku tak bisa menemani ayahku, hanya ibu yang menunggu. 5 jam lamanya ibu hanya bisa menahan sakit, sedih menunggu ayahku di operasi tanpa ada anaknya yang menemani.

Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini, aku merasa berdosa kepada orang tuaku, tapi aku tak tau sama sekali. Aku merasa sebagai anak yang tidak berbakti.

Semenjak kejadian itu aku bertekat melakukan yang terbaik untuk hidupku, membuat mereka bangga, bahagia.
Melakukan yang terbaik untuk mereka, melakukan apa yang mereka inginkan.
Apa pun yang aku lakukan di dunia ini hanya ku persembahkan untukmu ayah dan ibuku,,,

I LOVE MY MOM n DAD

Kamis, 01 November 2012

Sayap Keimanan


Langkahku ku mulai dengan membaca lantunan ayat-Mu " بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ".
Ku mantapkan niatku,
Melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupku dengan cahaya dan jalan lurus dari-Mu.
Iringan langkahku, ku selalu mengharapkan ridho dari Mu,

Dalam perkataanku selalu ku selipkan nama - Mu

Dalam tangisku, ku selipkan rasa berdosaku pada - Mu
Dalam bahagiaku, ku selipkan rasa sukur pada - Mu
Dalam dukaku, ku pasrahkan semuanya pada - Mu
Dalam cobaan - Mu, ku selipkan ketabahan dalam hatiku
Dalam tidurku, ku pasrahkan pada - Mu
Dalam sholatku, ku sebut nama - Mu
Dalam hidupku, ku kibaskan sayap keimananku terhadap Mu.