Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2015

Menjadi Muslimah sejati atau menjadi muslimah yang kagumi?

"Seindah perhiasan dunia adalah wanita sholehah"

Kata sederhana yang mempunyai makna yang biasa. Seperti apakah wanita sholehah itu?

     Saat ini, begitu banyak wanita yang mementingkan kehidupan dunia dan mengeyampingkan kehidupan akhirat. Berlomba-lomba berpenampilan seperti 'barbie', yang konon katanya dalam budaya pop 'wanita cantik itu adalah seperti barbie' sehingga berlomba-lomba untuk mempercantik diri dengan berbagai cara.  Rela berjam-jam mengahabiskan waktu untuk merawat diri di salon kecantikan. Rela berjam-jam keliling mall memilih baju dan asesoris yang sedang update. Rela menghabiskan uang untuk membeli barang dan produk untuk mempercantik diri. 

          Lalu, untuk apa semua itu? Katanya wanita harus seperti itu, wanita harus menjaga dirinya agar tetap cantik. Pertanyaan selanjutnya, untuk siapa? Jawaban umum, minimal untuk diri sendiri, kalau wanita tidak merawa diri tidak ada lelaki yang mendekati, untung-untung mendapatkan lelaki kaya.
Astafirullah....

         Pikiran yang sangat dangkal bukan?
         
     Tentu banyak wanita yang tidak setuju dengan pernyataan itu. Liat saja, para wanita sukses mereka menjaga penampilan meraka, rajin merawat diri, memakai pakaian yang bagus serta asesoris yang cocok. Pendidikannya bagus, kariernya bagus, penampilannya bagus.

     Benar, mereka wanita pintar dan juga sukses. Tapi mereka lupa, kehidupan ini tidak hanya di dunia saja.

      Coba pikir! Hampir kebanyakan wanita menghabiskan waktunya untuk kehidupan dunia, ke salon, ke mall, membeli barang-barang untuk mempercantik diri. Tapi relakan mereka menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan amal untuk kehidupan akhirat? Kebanyakan mereka menjawab, nanti saja kalau sudah tua, sekarang nikmati dulu masa muda.

          Pernahkan mereka berpikir bagaimana jika mereka besok dipangggil oleh Allah SWT?

          Manset kebanyak manusia itu mati itu kalau sudah berumur 60 tahun-an atau orang yang sakit. Meraka terlena dengan kehidpan dunia lupa akan semua yang terjadi di dunia ini telah dtentukan oleh Allah SWT.

     Bahkan tidak sedikit seorang wanita muslim yang menghina penampilan wanita lainnya berpakaian sesuai yang diatur oleh Alquran. Sok alim lah katanya. Kurang gaul lah katanya. Atau bahkan ada yang berkata jilbabi hatinya dulu baru nanti jilbabi diri.

         Jibab itu adalah kewajiban setiap muslimah, terdapat dalam firman Allah 

"Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

      Sangat jelas, Allah memerinkahkan seorang wanita muslim harus menutup aurat dan mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh. Tapi sayang kebanyakan dari meraka tidak mengamalkan Alquran. Astagfirullah.....

          Sadarlah, dunia ini hanya kehidupan sementara, akhiratlah tujuan sebenarnya.

       Menggunakan jilbab dan hijab itu bukanlah suatu hambatan untuk seorang wanita tapi justru pelindung untuk diri. Jadilah seorang muslim sejadi sesuai dengan yang diajarkan alquran dan hadist, InysaAllah kau akan mendapatkan kehidupan dunia dan akhirat.



Sabtu, 06 Juli 2013

Hikmah dibalik Cinta Tak Terbalas

Terkadang aku berfikir, kenapa aku hati harus memilih seseorang untuk dicintai?
Apalagi jika perasaan itu muncul sebelum menjadi halal?
Sehingga jika menuruti hawa nafsu maka akan terjerumus ke dalam sumur dosa.

Ajaran islam melarang manusia untuk mendekati dosa. Secara tidak langsung, islam itu melarang berpacaran sebelum menikah tetapi kenapa perasaan itu muncul?

Terkadang manusia menahan rasa itu dengan air mata, apalagi jika perasaan itu tak terbalas, bahkan hanya air mata dan air mata yang terus mengalir. Siapa yang patut disalahkan? diri sendirikah, karena sudah berani bermain cinta? ataukah orang lain yang tidak membalas perasaan itu?

Percayaalah dari semua yang terjadi dalam diri manusia itu adalah cobaan untuk meningkatkan keimanannya. Mungkin dengan perasaan cinta itu, mengajarkan manusia untuk bisa menahan nafsu, mengajarkan manusia untuk mencinta sesama itu, bahkan mengajarkan manusia untuk ikhlas menerima apa yang telah ditaksirkan Allah kepadanya. Bahkan Allah pasti akan memberikan pengganti yang lebih baik nantinya.

Mencintai Dalam Diam

Bukan sehari atau dua hari aku merasakan ini. Selama 2 tahun lebih aku merasakan rasa ini kepadanya. Kagum, rindu, cinta, dan cemburu, rasa yang tak seharusnya aku rasakan kepada lelaki yang belum tentu menjadi suamiku kelak. Seriap hariku dan waktuku, hanya ada fikiran - fikiran tentang dia. Hingga tangisku sering kali hanya untuk dia.
Aku tak seharusnya seperti itu, karena tak seharusnya aku terlalu mencintai lelaki itu. Setiap hari aku berusaha bersahabat dengan hatiku untuk melupakannnya, mencoba untuk mengikhlaskannya untuk orang lain. Namun, tetap saja hati ini terasa begitu sakit.
Terkadang aku berfikir untuk menggungkapan perasaan ini untuknya, tapi logika ku berkata, itu hal nekat dan bisa menghancurkan harga diriku sebagai wanita. Mencintainya dalam diam hal itu yang bisa aku lakukan. Terkadang aku ingin sekali memberikan perhatianku kepadanya, namun sikap itu akan membuat aku dibencinya.
Andai ada hal - hal yang bisa aku lakukan untuk melepasnya, pasti akan aku lakukan. Namun, setiap kali aku mencoba untuk melupakannya tapi tetap saja aku teringat lagi dengannya. Emmmm, Andai saja kau bisa membaca hatiku? Andai saja kau bisa mengerti sikapku kepadamu? Andai saja kau mampu menghapus air mataku? Andai saja kau mampu mengerti setiap senyumku? Andai saja kau memang untukku? Pasti rasa ini tak akan seperti ini lagi.

Senin, 24 Juni 2013

Masa Pahit itu Terkenang lagi

Jika ditanya apakah aku orang yang pengecut? aku akui aku memang pengecut. Aku takut menghadapi apa yang akan terjadi nantinya. Masih terekam indah dalam benakku ketika satu persatu mereka menyakitiku, mereka menusukku, membuat aku orang yang terus merasa seolah - olah aku memang tak pantas.
Masih begitu jernih difikiranku, perkataan mereka, perlakuan mereka kepadaku. Masih segar dalam ingatanku kejadian itu. Orang yang paling ku percayai, sahabatku, bahkan sudah aku anggap sebagai saudaraku merusak kepercayaanku, menyakiti. Bahkan pertaannya itu, ternyata mereka menggapku bukan sahabatnya, kepada orang yg baru dikenalnya mereka bilang adalah sahabat, sementar aku yang telah mengenalnya lebih lama, hanya kesalahan dan kejelekanku yang terlihat dan mereka katakan. Apakah itu namanya seorang sahabat? Sendiri, merasa menjadi orang tak beharga itu yang selalu aku rasakan. Bahkan mereka membuat aku dibenci seolah - olah aku adalah orang yang paling jahat. Aku tau aku terlalu cerewet, perkataanku dulu sering tak dapat aku kontrol, namun tak ada sedikitpun maksudku untuk menyakiti mereka. Aku teralu menyangi mereka sebagai sahabat - sahabatku.
Tangis, air mata, bagai mayat hidupku, hari - hariku ku jelani dengan air mata. Di depan orang - orang aku berusaha tersenyum, namun hatiku hampa dan sakit. Masih segar difikiranku ketika mereka semua memusihiku, hanya karena sebuah dia merasa sakit hati kepada organisasiku. Sahabatku sendiri melaporkanku, sehingga aku ditegur. Orang yang seharusnya menjadi tempat curahan hati tapi malah menyudutkanku. Orang yang selalu aku bagi susah senang hidupku, dia malah menceritakan sesuatu yang seharusnya tak diceritakan kepada orang lain. Setiap kali bertemu hanya wajah kebencian yang selalu terpancar diwajah mereka, kata - kata yang menyakitiku.
Alhamdulillah datang para malaikat itu, temen yang dalam organisasiku yang selalu menengarkan dan mendukungku. Meraka yang menggapku ada, mereka yang menerimaku apa adanya. Ketika ku kesulitan mereka yang menolongku. Sahabat yang hanya ku kenal di dunia maya yang selalu memberikan motivasi kepadaku, untuk tidak memikirkan mereka yang selalu menyakiti. Temen yang begitu baik, walau hanya ku kenal di dunia maya. Temen yang ku kenal ketika pertama kali aku mengikuti organisai. Temen yang selalu memberikan semangat hidup, masukan kepadaku, perkataanya sebagai obat dalam laraku.
Kuat dan kuat yang selalu ku tanamkan dalam hatiku, agar aku bisa menjalani hari - hari yang sulit itu, hari yang penuh air mata itu. Ibu, ayah, dan adikku yang selalu ku ingat agarku selalu kuar dan tegar menghadapinya. Hingga akhirnya aku bisa menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi cobaan hidup ini.
Kebencian mereka, perkataan mereka yang membuat aku kuat, membuat aku menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi semua persoalan yang ada.

Saat ini, aku harus menutup rapat semua. Mereka tau aku mengenalnya, bahkan meraka yang selalu memandanya sebelah mata. Bahkan meraka pernah bilang mereka tidak menyukainya. Tapi, apa maksudnya sekarang? Mereka merencanakan apa? Akan lebih baik aku berpura - pura, seakan aku tidak apa - apa. Berpura - pura semuanya baik - baik saja.

Masa lalu itu biarlah menjadi pelajaran bagiku untuk menjadi yang lebih baik hari ini, esok, lusa, bahkan seterusnya.
Jalan yang terbaik adalah aku berpura - pura tidak tau apa - apa. Aku baik - baik saja, agar air mata itu tak ada lagi. 

Sabtu, 15 Juni 2013

Apalah maksudmu?

Hanya satu hal yang takutkan DIBENCI. Aku terlalu banyak bicara, aku membiarkan semua orang tau semua masalahku, semua kehidupanku. Sekarang aku takut, takut mereka membeberkan semua yang pernah aku ceritakan. Temen yang aku kenal sudah sebagai saudaraku sendiri, mampu menghianatiku, mampu menceritakan semua yang pernah aku ceritakan kepadanya.

Namun, aku masih saja membiarakn orang tau semua masalahku, semua ceritaku. Di depan orang lain, aku mampu menyimpan semua yang aku rasakan, aku bisa tersenyum, tertawa, tak ada duka sedikit pun, namun yang aku rasakan berbeda, aku terluka, sangat terluka.

Miss V orang yang aku kenal menghianatiku, menceritakan semua yang pernah aku ceritakan kepadanya. Seorang temen satu jurusan yang pernah mengganggapku sebagai seorang adiknya, dia tau semuanya, dia tau tentang semua ceritaku, sekarang apalah maksudnya? dia menikamku. Dulu, dia selalu bilang, aku adalah adiknya, dia selalu baik kepadaku. Aku melakukan apapun deminya, namun sekarang apalah yang dia lakukan? Apakah dia sengaja melakukan ini kepadaku.Berfikiran positif adalah jalan yang terbaik....

Selasa, 11 Juni 2013

Dia

Andai aku boleh meminta, aku hanya ingin dia, lelaki yang aku kenal 2,5 tahun yang lalu. Awal yang tak pernah aku sangka. Temanku yang menjadi alasan aku kenal dengan dekat dengannya. Islam yang membuat aku begitu sangat mengaguminya. Aku bisa menjadi manusia seperti sekarang ini, itu semua berkat dia, dia yang memotivasiku menjadi manusia yang lebih baik. Perkataannya yang membuat aku kuat, membuat aku merasa tidak takut lagi. Aku merasa lebih dihargai sebagai seorang perempuan.

Aku ak pernah mengharapkan perasaan ini ku berikan kepadanya. Namun, apalah dayaku, aku mengaguminya, aku selalu mengaharapnya.

Aku tau aku tidak boleh egois, aku tak boleh mementingkan kebahagianku sendiri, namun nafsu ku tetap berkata begitu. Andai saja dia memang untukku.

Hari ini, aku bertemu lagi dengannya, aku berharap aku sudah bisa melupakannya seutuhnya. Namun aku salah, aku masih mengaharapkannya, aku masih mengaguminya. Dia begitu menawan dimataku, begitu berarti bagiku.

Walau dia hanya ada didalam hanyalku, aku selalu bahagia.

Minggu, 12 Mei 2013

Dua Sisi Mata Uang yang Berbeda

Bagai dua sisi mata uang yang berbeda, itu yang tepat menyebutkan dia dan kamu yang aku kenal. Dia yang aku kenal jauh sebelum kamu adalah pribadi yang lembut, mempuanyai pribadi yang lembut. Namun, agamamu sangat bisa diadalkan. Pribadi yang aku kagumi, pribadi yang sangat aku dambakan untuk menjadi imanku kelak, menjadi pembimbing untuk menggapai surga-Nya. Nasehat dia, menjadikan motivasi hidupku, dia membuatku bangkit dalam keterpurukan, disaat aku merasa orang yang tak berguna, dia yang membuat aku bangkit, bangkit dari keterpurukan itu.

Kamu yang aku kenal, pribadi yang ambisius dan keras kepala. Bersabar dan mengalah apabila selalu berada didekatmu. Namun, kamu merupakan pribadi yang sangat perhatian. Tapi, agamamu jauh dia bawah dia.

Kalian sungguh sangat berbeda.

Selasa, 01 Januari 2013

Goresan Kegiatan tahun 2012

Berawal di bulan Januari

  • Saat aku berada ditengah - tengah keluarga, aku melepas rinduku dengan mereka. 
  • Menjadi seorang untuk anak sepupuku, belajar inikah yang dirasakan leh ibuku dulu, aku sadar aku tidak boleh menyakiti hati ibuku, karena dia telah memberikan separuh nyawanya dan kasih sayangnya kepadaku.
Bulan Februari
  • Impian untuk membawa ibuku ke tanah sunda terwujudlah sudah.
  • Mengajak beliau keliling kota Bandung.
  • Memperkenalkan dia kepada orang yang beharga dalam hidupku, yang telah menjadi cahaya ketika aku terjatuh.
  • Mulai menjalankan amanhku menjadi seorang senator.
Bulan Maret
  • Bulan ini merupakan hari kelahiraku, namun tidak membuatku bahagia, orang yang aku harapkan untuk mengucapkan kata selamat ulang tahun kepada ku tak mengucapkannya.
  • Merasa sendirian, merasa diri tak ada artinya.
  • Tak selamanya langit kelabu, kebahagian itu pun mencul aku berkenalan dengan keluarga baruku di Posting.
  • Kecemburuan yang menyengsarakan, membuat aku tak mampu untuk bernafas.
Bulan April
  • Kado terindah untuk adikku, menabung hanya untuk memberikan kadi terindah untuknya.
  • Rasa cemburu itu terus saja membakar, dan ketika bertemu dengan orang yang mebuat dunia seakan runtuh.
  • Penghianatan yang membuat hati ini terlukan, kehilangan sahabat, hanya karena kesalahan kecil. Kata maaf tak pernah berarti.
Bulan Mai
  • Pertengkaran yang lebat dengan motivator hidupku, aku bertengkar hanya karena emosiku.
  • Hidup merasa surah tak ada artinya.
  • Tekat untuk meperbaiki diri pun terus bermunculan.
Bulan Juni
  • Keputusan untuk memperbaiki diri, mengikuti evant untuk menjadikan manusia yang lebih baik
  • Penghiatan persahabat itu terasa kental, aku dilaporakan lagi oleh orang aku anggap saudara sendiri, luka itu pun kembali terngaga.
  • Pelantikan sebagai seorang KPU, awal hidup yang baru.
Bulan Juli
  • Sikapku menjadikan aku orang yang dibutuhkan sekaligus orang yang menyebalkan, kebencian namun aku dibutuhkan.
  • Kehancuran dalam prestasiku, aku mendapatkan nilai jelek dalam beberapa mata kuliah
  • Mencoba untuk bekerja, menjadi pengalaman baru dalam kehidupanku.
Bulan Agustus
  • Keputusan yang nekat pulang dengan menggunkan Bus, takut tapi menutupinya dengan keberanian.
  • Petir menyambar dalam hidupku, serasa menjadi orang hidup tapi mati. Aku dibohongi dengan musibah yang menimpa ayahku, salah satu titipan itu diambil oleh-Nya.
  • Berlajar untuk IKLAS, menjadi seorang IBU dan KAKAK untuk adikku disaat ibuku menemani ayahku.
  • Ramadhan yang penuh luka, lebaran yang penuh luka.
Bulan September
  • Menjalankan amanah di Prama, belajar dari yang tak tau apa - apa menjadi perempaun yang lebih baik.
Bulan Oktober
  • KPU mengajarkanku untuk berani berbicara di depan warga Unpad.
  • Bertemu dengan orang - orang yang kritis dan bermacam watak.
Bulan November
  • Menentang petinggi di Fakultasku, kebencian itu pun mengalir kepadaku.
  • Menyusun agenda besar, harus berfikir cepat, belajar dan belajar.
  • Belajar bersabar ketika ada disudutkan.
  • Keberanianku untuk tidak mengikuti perkuliahan.
Bulan Desember
  • Bertemu dengan temen - teman KKNM baru.
  • Belajar untuk bebicara dimuka umum.
  • Keputusan terbesar yaitu berani menjadi seorang yang harus memimpin, keputusan yang paling nekat untuk akhir tahun 2012
  • Berketak untuk menjadi orang bisa, tak akan membiarkan orang lain meremehkanku.

Tekat!!!!

Amanah kata yang mungkin terasa berat yang menggelitik diri ini. Fikiran, tenaga, mental, waktu harus dikorbankan untuk bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Ketika mulut ini terucap suatu keputusan, makan komitmen lah yang harus terus dipegang teguh, tanpa ada kata menyerah yang terlontar sedikitpun. Kenekatan mungkin itu yang tepat, mencoba, belajar, menjadi contoh, menjadi pejuang bukan pecundang. Berprinsip "Gunakan waktu menjadi manusia yang lebih baik". Waktu, pengalaman merupakan proses pembelajaran, pembelajaran yang beharga. Buku merupakan bahan pelengkap sumber dari Ilmu Pengertahuan itu. Logika dan etika selalu berbarenagan dalam mengambil setiap keputusan yang tepat dan tepat. Berharap menjadi orang yang lebih baik, berharap dilihat positif bukan hanya dipandang sebelah mata.

Keyakinan modal untuk mencapai kesuksesan itu, bisa dikatakan ilmu ini hanya sedikit untuk mencapai kesuksesan itu. Namun, menyerah bukan hal yang harus terucap oleh bibir ini, OPTIMIS harus selalu ada, "Bismillahirahmanirrahim" awal untuk melangkah. Melangkah menuju gerbang kesuksesan itu, kepercayaan itu sungguh sulit untuk mendapatkannya, berusaha dan terus berusaha.

Ketidak percayaan orang itu menjadi motivasiku untuk harus bisa, harus melebihi orang yang ada  dibawahku, harus menjadi motivator,  membuatku sadar bahwa aku harus belajar dan belajar giat lagi. Tak ada yang tak bisa kalau mau belajar, aku pasti bisa, tak boleh kalah hanya dengan prasangka demi prasangka yang akan menjaruhkanku. Aku yakin, aku pasti bisa!!!!

Tekat, saat ini itulah yang ku punya, menjadikanku berani mengambil keputusan ini. Tak ada keraguan untuk kata gagal itu, gagal itu hanya boleh sekali, kemudiannya harus menjadi orang yang sukses!!!

"Jika ingin dicintai, dilihat, dan dihargai oleh orang lain, maka kamu harus membuat dirimu layak untuk dicintai, dilihat, dan dihargai oleh orang lain"


Sabtu, 22 Desember 2012

Tak Mungkin

Aku tak sanggup melihat matamu, disaat kau kita bertemu pandang, hatiku aneh, ada getaran. Aku tak mungkin memilihmu, tak mungkin. Kita berbeda, kita tak sama, tak akan mungkin bisa bersatu. Aku salut akan ketegaranmu dalam menjalani hidupmu, tapi aku tak akan mungkin bisa memililih dan bersama dengamu. Kau bukanlah lelaki yang terbaik untukku, aku tau kau baik, terlalu baik. Namun, semua tentangmu, bertentangan dengan hidupku. Kau tak sehat untukku, kau tak mungkin bisa menjadi panutanku.

Kamis, 13 Desember 2012

Goresan Kecil

Terlalu sakit untuk diungkapkan. Mencintai tapi tak dicintai, serasa sembilu menoreh hati. Hanya bisa diam, hanya bisa menangis di dalam hati melihat, mendengarkan kau memperlakukan orang lain dengan begitu baik dan sempurna. Rasional ini selalu berkata "Lupakan dan lupakan dia"

Saat ini niat sangat dibutuhkan untuk mendapakatkan hidup yang lebih baik. Jalan yang terbaik membiarkan cerita denganya menjadi memori yang indah dan menatap masa depan yang cerah di depan mata.

Minggu, 18 November 2012

Aneh

Tak tau kenapa, pertemuan kedua itu setelah lama tak bertemu, membuatku merasa aneh terhadapmu. Aku tak tau dengan perasaanku, yang aku tau aku hanya menggapmu adalah temanku, teman yang aku kenal 1 tahun yang lalu. Di taman itu, kau meminta untuk berfoto bersama dengamu, tapi aku hanya berprasangka permintaan sebagai seorang teman kepada temannya. Namun, rasa aneh itu kian bermunculan, aku tak tau itu apa, tapi ada sedikit rasa iri terhadap orang yang dekat denganmu. Kau dekat dengan temanku, aku merasa ada sesuatu yang kosong pada diriku. Saat kau menanyakan aku ikut atau ga menuju ke tempat itu, aku sebenarnya sangat ingin pergi tapi aku tak bisa meninggalkan tanggup jawabku.

Aku takut rasa ini akan menjadi sesuatu yang tak aku inginkan, terlalu lama aku mengharapakan apa yang tak pernah akan dapat aku miliki. Dua kali aku hanya membuat waktu tanpa mendapatkan apa - apa. Enam tahun lamanya aku hanya menunggu dan menunggu tanpa ada respon dari mereka. Aku tak ingin lagi hal ini terjadi denganku terhadapmu. Aku hanya berharap semua ini berakhir, aku tak ingin terluka lagi.

Jumat, 02 November 2012

Luka

10 Agustus 2012
Jam setengah 4 pagi, saat itulah hati ini bagai disambar petir, saat aku mendengar tentang kecelakaan yang menimpa ayahku. Saat itu aku merasa menjadi anak yang tidak berguna, anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya. Aku tak pernah diberitahu tentang musibah yang menimpa ayahku. Ibuku, adikku dan semua keluargaku menyembunyikan semuanya dariku. Aku tak tau harus berkata apa, jantungku seakan - akan berhenti, suaraku tak mampu ku kelurkan, air mata sebisa mungkin ku tahan. Aku hanya bisa menangis di dalam hati.

Ya, Allah saat inilah ketabahan dan kesabaranku di uji. 

Aku berusaha mengeluarkan kata, bahwa ayahku dirawat di RS M.Jamil. Saat itu juga aku ingin sekali pergi melihata ayahku. Namun, aku dilarang oleh adikku. Aku hanya bisa pasrah, aku sadar 2 hari perjalan dari Bandung ke kampung halamanku, itu membuatku sangat lelah. Namun, semua itu hilang dengan mendengar berita itu. Aku sadar, aku harus menunggu matahari terbit untuk pergi melihat ayahku. Di dalam kamarku aku hanya bisa meneteskan air mata tanpa berkata apapun. Hatiku begitu sakit, terluka, marah dan sedih. 

Melihat ayahku dengan mata kanan yang tertutup oleh perban, aku sangat terluka. Namun, aku tak boleh menangis di depan ayahku, aku harus terlihat kuat di depan ayahku. Kata yang bisa keluar dari mulutku hanya bisa marah, karena aku tidak diberi tau. Ayahku menerima kemarahanku dan menghiburku. Ibuku berusaha untuk tegar di depanku, aku tau ibuku sedih dan sangat sedih.

Aku hanya bisa mendengar operasi mata ayahku berlangsung 5 jam, tanpa ada anak beliau yang menemaninya. Aku tak tau sama sekali, kedua adikku tak bisa menemani ayahku, hanya ibu yang menunggu. 5 jam lamanya ibu hanya bisa menahan sakit, sedih menunggu ayahku di operasi tanpa ada anaknya yang menemani.

Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini, aku merasa berdosa kepada orang tuaku, tapi aku tak tau sama sekali. Aku merasa sebagai anak yang tidak berbakti.

Semenjak kejadian itu aku bertekat melakukan yang terbaik untuk hidupku, membuat mereka bangga, bahagia.
Melakukan yang terbaik untuk mereka, melakukan apa yang mereka inginkan.
Apa pun yang aku lakukan di dunia ini hanya ku persembahkan untukmu ayah dan ibuku,,,

I LOVE MY MOM n DAD

Kamis, 01 November 2012

Sayap Keimanan


Langkahku ku mulai dengan membaca lantunan ayat-Mu " بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ".
Ku mantapkan niatku,
Melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupku dengan cahaya dan jalan lurus dari-Mu.
Iringan langkahku, ku selalu mengharapkan ridho dari Mu,

Dalam perkataanku selalu ku selipkan nama - Mu

Dalam tangisku, ku selipkan rasa berdosaku pada - Mu
Dalam bahagiaku, ku selipkan rasa sukur pada - Mu
Dalam dukaku, ku pasrahkan semuanya pada - Mu
Dalam cobaan - Mu, ku selipkan ketabahan dalam hatiku
Dalam tidurku, ku pasrahkan pada - Mu
Dalam sholatku, ku sebut nama - Mu
Dalam hidupku, ku kibaskan sayap keimananku terhadap Mu.

Rabu, 31 Oktober 2012

Bahasa itu,,,

Bahasa mengandung emosi dari setiap penuturnya. Marah, senang, bahagia, sedih, gundah, gelisah, takut maupun duka itu terdengar dari lanjutan bunyi perkataannya. Penuturan ini dapat kita pelajari dalam ilmu Fonetik. Cacat bahasa itu sering dialami oleh banyak orang itu karena organ dalam pelafalan huruf dan kata itu tidak semupurna. Bagi kebanyakan orang bahasa itu dipandang sebelah mata. Banyak yang berkata "Buat apa belajar bahasa? mereka sebenarnya belum menyadari atau mungkin tidak mau sadar, bahwa bahasa merupakan ilmu yang terpenting dalam kehidupan.

Kenapa penulis berpendapat demikian?

Coba renungkan......!!!!

Ilmu kedokteran, semua orang berpendapat bahwa ilmu ini sangat diperlukan dan diagungkan dalam aplikasi kehidupan. Tanpa dipungkiri penulis pun berakata demikian, namun kalau ditelaah lagi bahasalah yang paling utama. Bayangkan manusia ini tidak mengenal bahasa, Apakah ilmu kedokteran bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan? tentu tidak, alat komunikasi yang terpenting adalah bahasa. Dengan bahasalah para ilmuan, profesor dapat mengungkapkan penemuannya.
Dalam segi agama islam, Allah menurunkan ayak pertama sekali itu adalah surat "Al-'Alaq" ayat pertama "Bacalah" membaca itu menggunakan bahasa, berarti secara tidak langsung kita harus mempelajari bahasa untuk dapat membaca dengan baik dan benar.

So,,,
Ilmu yang telah ditemukan maupun yang belum ditemukan itu sangat penting, tak ada kesia - sia kalau kita melakukan dengan sungguh - sungguh. Jangan pernah merendahkan ataupun meremehakan sesuatu karena kehidupan di dunia ini saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lain.

Selasa, 30 Oktober 2012

Mencapai Keinginan

Keinginan akan selalu menjadi keinginan jika tidak diaplikasikan ke dalam alam nyata. Dalam dunia filsafat terutama dalam ilmu Metafisika, dibalik sesuatu yang ada itu ada sesuatu yang ada. Berarti dibalik keinginan yang ada itu pasti akan ada sesuatu yang ada, yang ada tersebut yang tidak terlihat dari keinginan itu adalah usaha, dengan usaha makan akan ada yang harus yang dikorbankan dan harus dilakukan. Dibalik seuatu yang dikorbankan itu akan ada yang akan didapatkan. Apakah itu dalam perealisasikan keinginan maupun sesuatu yang tidak diharapkan?

Contohnya dalam kasus keinginan atau lebih tepat mimpi seseorang, sebut saja penulis yang sangat menginginkan untuk pergi ke Paris. Apa yang ada dibalik keinginan itu? Yang harus ada adalah kemampuan menguasai bahasa, kebudayaan, kenal daerahnya, dan yang terpenting harus ada materi untuk pergi kesana. Dan untuk mewujutakan itu maka harus ada pembelajaran bahasa, kebudayaan, pengenalan wilahnya agar dengan mudah untuk beradaptasi dengan penduduk yang ada disana. Untuk mendapatkan itu maka harus ada uang sebagai jembatannya, untuk mendapatkan uang maka harus melakukan pekerjaan dan usaha untuk mendapatkan uang. Apakah itu melalui penyerahan proposal kepada sponsor? Bekerja dan menabung? Untuk penyerahan proposal maka harus ada soft skill untuk pembuatan proposal dan untuk berkerja dan menabung maka harus ada kemampuan untuk di perjualkan agar mendapatkan uang.

Nah, maka untuk mewujudkan keinginan tersebut harus bekerja keras. Jangan pernah takut akan kegagalan, jangan pikirkan kegagalan itu, hadapi, lakukan dengan sungguh - sungguh. Jangan takut melakukan kesalahan, tak ada manusia yang tidak luput dari salah. Apapun yang dilakukan merupakan sebuah proses pembelajaran menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah,,,^_^

Perubahan

Masa bodoh mungkin itu yang paling tepat untuk sebutan diriku dulu. Aku tak mempedulikan orang - orang disekelilingku, yang aku pikirkan bagaimana membuat diriku bahagia, tanpa aku sadari aku membuat orang - orang disekirtarku terluka dan bahkan membenciku. Aku selalu menggap diriku benar, baik, dan semua tindakan ku benar. Bisa juga dibilang aku sangar egois. Aku masih ingat aku pernah menyakiti seorang sahabatku karena saat itu aku mengikuti rasa malasku, aku tak mau menemani dia sehingga berdampak buruk terhadap diriku. Aku selalu menggap diriku bisa melakukan apapun tanpa membutuhkan bantuan orang lain, aku selalu menyebut diriku mandiri walaupun sebenarnya aku membutuhkan tapi karena kegengsianku aku selalu meyakinkan diriku aku tidak membutuhkan bantuan teman - teman. Salah satu faktor yang membuat aku merasa seperti itu karena diantara aku dan sahabat - sahabatku aku lah yang paling dewasa, itu yang selalu dikatakan sahabatku.

Namun, rasa percaya diriku mulai memudar ketika aku telah memduduki bangku perkuliahan. Di kampus aku mulai bertemu dengan orang yang jauh lebih pintar, luwes, kaya, melebihi semua yang aku punya dan menjadi senjata kepercayaan diriku dan sifat masa bodohku. Berbagai permasalahan mulai aku hadapi dalam hari - hariku. Candaku sering membuat teman - temanku terluka sehingga teman - temanku meninggalkan aku. Kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan kebaikkan ku. Berbeda waktu aku ketika aku masih sekolah aku disegani oleh teman - teman ku, walau sifatku itu sangat menyebalkan tapi mereka bisa menerimaku apa adanya. Berbeda dengan dunia perkuliahan yang menuntut aku yang membuat orang menyukaiku. 

Aku pernah merasa sejatuh - jatuhnya, aku merasa aku tak dihargai oleh orang - orang disekitarku, merasa disisihkan. Itu berdampak buruk sekali terhadap mentalku. Aku menjadi sosok seorang yang pendiam, aku lebih banyak mengalah, aku lebih banyak menyendiri, merasa takut melakukan apapun karena aku takut berada diantara orang - orang baru, aku takut untuk dibenci lebih dalam lagi.

Namun, aku masih bersyukur ada sesosok teman yang membantuku, dia selalu mendengarkan curhatanku, dia tidak pernah menyalahkan sikapku walau ku tau itu salah. Dia selalu membuatku merasa diriku berarti untuk orang lain, dia penyemangat hidupku. Nasihatnya mulai membangkitkan keberanianku lagi, kepercayaan diriku, keterpurukanku. Dia mengenalkanku dengan benyak orang yang dapat membantuku untuk bangkit dari keterpurukanku. Dia selalu mendengar keluh kesahku, tangisku, dukaku. Dari dia aku belajar tak selamanya aku bisa dicintai, disanyangi, dan dilihat oleh orang lain. Perkataan demi perkataan memotifasi diriku. Aku masih ingat perkataannya "Kalo kamu mau dilihat, dihargai, disayangi, dipercaya, dan dihormati orang lain maka kamu harus membuat dirimu layak untuk dilihat, dihargai, disayangi, dipercayai, dihormati orang lain" itu perkartaan yang sangat simple namun itu sangat memotifasi diriku. 

Walau terkadang dia sering membuat aku terluka, namun aku tetap sangat berhutang budi kepada dia. Dia yang orang yang telah membuat diriku bangkit dari keretpurukan, dari sisi gelap yang singgah di hidupku. Walau banyak temanku yang tidak menyukai dirinya, namun aku selalu yakin kalau tak ada manusia yang sempurna...^_^
Thanks to my bestfriend

Kamis, 25 Oktober 2012

Ikhlas kuncinya

Berlapang dada sangat diperlukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Allah telah menetukan apa yang terbaik untuk hambanya. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan yang terjadi itu adalah rencana Allah, pasti memiliki makna yang terbaik dan itu lah yang indah untuk hidup manusia. Namun, sering kali manusia tidak bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya. Menyalakan orang lain, menyalahkan kehidupan, menyalahkan nasib buruk yang menimpa dirinya, dan bahkan ada yang menyalahkan Allah. Percayalah, setiap yang terjadi pada diri manusia hanya segelintir pelajaran hidup demi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Satu yang harus selalu dipegang dan dipelajari "Semua yang terjadi pada diri kita itu karena kesalah diri kita, jangan pernah menyalahkan orang lain, karena sesungguhnya orang lain itu tidak salah" dengan memegang prinsip itu maka ikhlas dan lapang dada akan selalu menyelimuti hati, sehingga hidup menjadi tenang dan tentram.

Sabtu, 03 Maret 2012

Ma Vie

20 tahun yang lalu, lahirlah seorang bayi perempuan. Seorang anak yang di nanti - nanti oleh pasangan suami istri yang 2 kali mereka kehilangan anak mereka. Segudang harapan tersirat di wajah. Bayi perempuan itu di beri nama Lisya Romafiri dengan harapan dengan hadirnya anak di tengah-tengah keluarga dapat menggobati luka untuk hari - hari mereka setelah mereka kehilangan 2 orang anak mereka sebelumnya. Namun, harapan tidaklah sesuai dengan harapan mereka, bayi mungil ini tak sehat yang mereka harapkan. Semua orang mungkin mengira bayi yang mempunyai badan yang begitu gemuk ini, sehat seperti bayi semestinya, namun kenyataan berkata lain, dia selalu sakit - sakitan. Bukan itu saja, bayi normal pada umumnya yang bisa berjalan di usia mereka 1 tahun, namun tidak dengan gadis kecil ini, umur 2 tahun pun dia belum bisa berjalan, jangankan berjalan merangkak pun dia tidak bisa. Berbagai upaya mereka lakukan untuk bisa mengajarkan gadis kecil ini, pengobatan alternatif mau pun medis hanya untuk agar putri mereka dapat berjalan seperti anak berumur 2 tahun umumnya. Dengan usaha, doa dan upaya untuk anak tercinta akhirnya gadis cilik ini dapat juga berjalan. Bukan itu saja, gadis cilik ini juga tidak bisa berbicara dengan benar, omonganya tidak jelas, susah untuk dimengerti, berkat usaha dan doa untuk anak tercinta, setelah berumur 5 tahun gadis cilik ini dapat berbicara dengan begitu cerewetnya.

Mendengar cerita hidup masa kecilku dari ibuku dan ayahku. Aku tau betapa sulitnya mereka merawat seorang anak yang serba lambat seperti aku. Disaat mereka melihat anak yang semuran dengan aku dulu bisa berjalan dengan lincah dan berbica dengan cerewetnya, namun tidak denganku, pasti itu sangat membuat hati mereka terluka.

Mamauku tercinta, papaku tercinta, pengorbananmu untuk merawatku begitu besar, namun aku belum bisa membalas semua yang telah kalian berikan kepadaku. Tak pernah kalian menuntut apa-apa dariku. Papa dan mama selalu bilang "asal anak kami bahagia kami pasti juga akan bahagia, ini sudah kewajiban kami sebagai orang tua, jangan pernah menyimpang dari ajaran agama anakku karena di akhirat nanti papa pasti akan diminta pertanggungjawabannya"

Aku akan selalu mengingat apapun pesan dari kalian, aku berjanji akan membuat kalian terus tesenyum.

I LOVE MOM n' DAD

Je t'adore,,,,,,