Selasa, 11 Juni 2013

Dia

Andai aku boleh meminta, aku hanya ingin dia, lelaki yang aku kenal 2,5 tahun yang lalu. Awal yang tak pernah aku sangka. Temanku yang menjadi alasan aku kenal dengan dekat dengannya. Islam yang membuat aku begitu sangat mengaguminya. Aku bisa menjadi manusia seperti sekarang ini, itu semua berkat dia, dia yang memotivasiku menjadi manusia yang lebih baik. Perkataannya yang membuat aku kuat, membuat aku merasa tidak takut lagi. Aku merasa lebih dihargai sebagai seorang perempuan.

Aku ak pernah mengharapkan perasaan ini ku berikan kepadanya. Namun, apalah dayaku, aku mengaguminya, aku selalu mengaharapnya.

Aku tau aku tidak boleh egois, aku tak boleh mementingkan kebahagianku sendiri, namun nafsu ku tetap berkata begitu. Andai saja dia memang untukku.

Hari ini, aku bertemu lagi dengannya, aku berharap aku sudah bisa melupakannya seutuhnya. Namun aku salah, aku masih mengaharapkannya, aku masih mengaguminya. Dia begitu menawan dimataku, begitu berarti bagiku.

Walau dia hanya ada didalam hanyalku, aku selalu bahagia.

0 komentar:

Posting Komentar