Sabtu, 06 Juli 2013

Mencintai Dalam Diam

Bukan sehari atau dua hari aku merasakan ini. Selama 2 tahun lebih aku merasakan rasa ini kepadanya. Kagum, rindu, cinta, dan cemburu, rasa yang tak seharusnya aku rasakan kepada lelaki yang belum tentu menjadi suamiku kelak. Seriap hariku dan waktuku, hanya ada fikiran - fikiran tentang dia. Hingga tangisku sering kali hanya untuk dia.
Aku tak seharusnya seperti itu, karena tak seharusnya aku terlalu mencintai lelaki itu. Setiap hari aku berusaha bersahabat dengan hatiku untuk melupakannnya, mencoba untuk mengikhlaskannya untuk orang lain. Namun, tetap saja hati ini terasa begitu sakit.
Terkadang aku berfikir untuk menggungkapan perasaan ini untuknya, tapi logika ku berkata, itu hal nekat dan bisa menghancurkan harga diriku sebagai wanita. Mencintainya dalam diam hal itu yang bisa aku lakukan. Terkadang aku ingin sekali memberikan perhatianku kepadanya, namun sikap itu akan membuat aku dibencinya.
Andai ada hal - hal yang bisa aku lakukan untuk melepasnya, pasti akan aku lakukan. Namun, setiap kali aku mencoba untuk melupakannya tapi tetap saja aku teringat lagi dengannya. Emmmm, Andai saja kau bisa membaca hatiku? Andai saja kau bisa mengerti sikapku kepadamu? Andai saja kau mampu menghapus air mataku? Andai saja kau mampu mengerti setiap senyumku? Andai saja kau memang untukku? Pasti rasa ini tak akan seperti ini lagi.

1 komentar:

milanisti-zaelani mengatakan...

Qta para pria bukn malaikat,, yg hrus tau isi hati.. khodijah mlamar pria trbaik d dunia.. tak khilangn harga diri.. kdg kita mnjaga harga diri kita,, tp scra tdk lgsung mnbnuh jiwa diri kita sendri.. apkh rendah bgt jika seorang cwe mnyatkn dluan k pria.. klw untk kbaikn bersma knp gak??

Posting Komentar