Rabu, 31 Oktober 2012

Bahasa itu,,,

Bahasa mengandung emosi dari setiap penuturnya. Marah, senang, bahagia, sedih, gundah, gelisah, takut maupun duka itu terdengar dari lanjutan bunyi perkataannya. Penuturan ini dapat kita pelajari dalam ilmu Fonetik. Cacat bahasa itu sering dialami oleh banyak orang itu karena organ dalam pelafalan huruf dan kata itu tidak semupurna. Bagi kebanyakan orang bahasa itu dipandang sebelah mata. Banyak yang berkata "Buat apa belajar bahasa? mereka sebenarnya belum menyadari atau mungkin tidak mau sadar, bahwa bahasa merupakan ilmu yang terpenting dalam kehidupan.

Kenapa penulis berpendapat demikian?

Coba renungkan......!!!!

Ilmu kedokteran, semua orang berpendapat bahwa ilmu ini sangat diperlukan dan diagungkan dalam aplikasi kehidupan. Tanpa dipungkiri penulis pun berakata demikian, namun kalau ditelaah lagi bahasalah yang paling utama. Bayangkan manusia ini tidak mengenal bahasa, Apakah ilmu kedokteran bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan? tentu tidak, alat komunikasi yang terpenting adalah bahasa. Dengan bahasalah para ilmuan, profesor dapat mengungkapkan penemuannya.
Dalam segi agama islam, Allah menurunkan ayak pertama sekali itu adalah surat "Al-'Alaq" ayat pertama "Bacalah" membaca itu menggunakan bahasa, berarti secara tidak langsung kita harus mempelajari bahasa untuk dapat membaca dengan baik dan benar.

So,,,
Ilmu yang telah ditemukan maupun yang belum ditemukan itu sangat penting, tak ada kesia - sia kalau kita melakukan dengan sungguh - sungguh. Jangan pernah merendahkan ataupun meremehakan sesuatu karena kehidupan di dunia ini saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lain.

Selasa, 30 Oktober 2012

Mencapai Keinginan

Keinginan akan selalu menjadi keinginan jika tidak diaplikasikan ke dalam alam nyata. Dalam dunia filsafat terutama dalam ilmu Metafisika, dibalik sesuatu yang ada itu ada sesuatu yang ada. Berarti dibalik keinginan yang ada itu pasti akan ada sesuatu yang ada, yang ada tersebut yang tidak terlihat dari keinginan itu adalah usaha, dengan usaha makan akan ada yang harus yang dikorbankan dan harus dilakukan. Dibalik seuatu yang dikorbankan itu akan ada yang akan didapatkan. Apakah itu dalam perealisasikan keinginan maupun sesuatu yang tidak diharapkan?

Contohnya dalam kasus keinginan atau lebih tepat mimpi seseorang, sebut saja penulis yang sangat menginginkan untuk pergi ke Paris. Apa yang ada dibalik keinginan itu? Yang harus ada adalah kemampuan menguasai bahasa, kebudayaan, kenal daerahnya, dan yang terpenting harus ada materi untuk pergi kesana. Dan untuk mewujutakan itu maka harus ada pembelajaran bahasa, kebudayaan, pengenalan wilahnya agar dengan mudah untuk beradaptasi dengan penduduk yang ada disana. Untuk mendapatkan itu maka harus ada uang sebagai jembatannya, untuk mendapatkan uang maka harus melakukan pekerjaan dan usaha untuk mendapatkan uang. Apakah itu melalui penyerahan proposal kepada sponsor? Bekerja dan menabung? Untuk penyerahan proposal maka harus ada soft skill untuk pembuatan proposal dan untuk berkerja dan menabung maka harus ada kemampuan untuk di perjualkan agar mendapatkan uang.

Nah, maka untuk mewujudkan keinginan tersebut harus bekerja keras. Jangan pernah takut akan kegagalan, jangan pikirkan kegagalan itu, hadapi, lakukan dengan sungguh - sungguh. Jangan takut melakukan kesalahan, tak ada manusia yang tidak luput dari salah. Apapun yang dilakukan merupakan sebuah proses pembelajaran menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah,,,^_^

Perubahan

Masa bodoh mungkin itu yang paling tepat untuk sebutan diriku dulu. Aku tak mempedulikan orang - orang disekelilingku, yang aku pikirkan bagaimana membuat diriku bahagia, tanpa aku sadari aku membuat orang - orang disekirtarku terluka dan bahkan membenciku. Aku selalu menggap diriku benar, baik, dan semua tindakan ku benar. Bisa juga dibilang aku sangar egois. Aku masih ingat aku pernah menyakiti seorang sahabatku karena saat itu aku mengikuti rasa malasku, aku tak mau menemani dia sehingga berdampak buruk terhadap diriku. Aku selalu menggap diriku bisa melakukan apapun tanpa membutuhkan bantuan orang lain, aku selalu menyebut diriku mandiri walaupun sebenarnya aku membutuhkan tapi karena kegengsianku aku selalu meyakinkan diriku aku tidak membutuhkan bantuan teman - teman. Salah satu faktor yang membuat aku merasa seperti itu karena diantara aku dan sahabat - sahabatku aku lah yang paling dewasa, itu yang selalu dikatakan sahabatku.

Namun, rasa percaya diriku mulai memudar ketika aku telah memduduki bangku perkuliahan. Di kampus aku mulai bertemu dengan orang yang jauh lebih pintar, luwes, kaya, melebihi semua yang aku punya dan menjadi senjata kepercayaan diriku dan sifat masa bodohku. Berbagai permasalahan mulai aku hadapi dalam hari - hariku. Candaku sering membuat teman - temanku terluka sehingga teman - temanku meninggalkan aku. Kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan kebaikkan ku. Berbeda waktu aku ketika aku masih sekolah aku disegani oleh teman - teman ku, walau sifatku itu sangat menyebalkan tapi mereka bisa menerimaku apa adanya. Berbeda dengan dunia perkuliahan yang menuntut aku yang membuat orang menyukaiku. 

Aku pernah merasa sejatuh - jatuhnya, aku merasa aku tak dihargai oleh orang - orang disekitarku, merasa disisihkan. Itu berdampak buruk sekali terhadap mentalku. Aku menjadi sosok seorang yang pendiam, aku lebih banyak mengalah, aku lebih banyak menyendiri, merasa takut melakukan apapun karena aku takut berada diantara orang - orang baru, aku takut untuk dibenci lebih dalam lagi.

Namun, aku masih bersyukur ada sesosok teman yang membantuku, dia selalu mendengarkan curhatanku, dia tidak pernah menyalahkan sikapku walau ku tau itu salah. Dia selalu membuatku merasa diriku berarti untuk orang lain, dia penyemangat hidupku. Nasihatnya mulai membangkitkan keberanianku lagi, kepercayaan diriku, keterpurukanku. Dia mengenalkanku dengan benyak orang yang dapat membantuku untuk bangkit dari keterpurukanku. Dia selalu mendengar keluh kesahku, tangisku, dukaku. Dari dia aku belajar tak selamanya aku bisa dicintai, disanyangi, dan dilihat oleh orang lain. Perkataan demi perkataan memotifasi diriku. Aku masih ingat perkataannya "Kalo kamu mau dilihat, dihargai, disayangi, dipercaya, dan dihormati orang lain maka kamu harus membuat dirimu layak untuk dilihat, dihargai, disayangi, dipercayai, dihormati orang lain" itu perkartaan yang sangat simple namun itu sangat memotifasi diriku. 

Walau terkadang dia sering membuat aku terluka, namun aku tetap sangat berhutang budi kepada dia. Dia yang orang yang telah membuat diriku bangkit dari keretpurukan, dari sisi gelap yang singgah di hidupku. Walau banyak temanku yang tidak menyukai dirinya, namun aku selalu yakin kalau tak ada manusia yang sempurna...^_^
Thanks to my bestfriend

Kamis, 25 Oktober 2012

Ikhlas kuncinya

Berlapang dada sangat diperlukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Allah telah menetukan apa yang terbaik untuk hambanya. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan yang terjadi itu adalah rencana Allah, pasti memiliki makna yang terbaik dan itu lah yang indah untuk hidup manusia. Namun, sering kali manusia tidak bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya. Menyalakan orang lain, menyalahkan kehidupan, menyalahkan nasib buruk yang menimpa dirinya, dan bahkan ada yang menyalahkan Allah. Percayalah, setiap yang terjadi pada diri manusia hanya segelintir pelajaran hidup demi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Satu yang harus selalu dipegang dan dipelajari "Semua yang terjadi pada diri kita itu karena kesalah diri kita, jangan pernah menyalahkan orang lain, karena sesungguhnya orang lain itu tidak salah" dengan memegang prinsip itu maka ikhlas dan lapang dada akan selalu menyelimuti hati, sehingga hidup menjadi tenang dan tentram.