Senin, 24 Oktober 2016

Zahra (Ketika ku mencintaimu dalam diamku)

Prolog

            Ia menangis dalam sujudnya. Keheningan dan dinginnya malam tak menghambat langkahnya untuk curhat kepada Yang Maha Kuasa.
            Ada yang hampa dalam harinya.
            Tangisnya tak mampu mengisi kekosangan itu, kosong dan terus kosong. Matanya sebab akibat butiran air mata selalu mengalir deras di sudut matanya. Dia selalu bertanya kepada dirinya, apa yang kosong? Hanya saja ia tak pernah menemukan jawabannya. Terkadang dia bertanya, apakah kesendirian hidup yang membuatnya hampa? Lelaki? Tak sedikit pun terlintas dibenaknya untuk berhubungan dengan lelaki. Bukan ia tidak menyukai lelaki tapi ia tidak ingin pacaran sebelum menikah.
            Tepat saat itu telepon genggamnya berbunyi.
            Dalam hati dia bertanya-tanya, siapa yang meng-SMSnya tengah malam begini? Ibunya kah? Tidak mungkin, ibunya tidak bisa mengirim SMS. Enggan sekali ia membaca malam – malam begini. Namun, rasa ingin tahu mengalahkan keenganannya.
            Oh, dilayar Hp nya tertulis ‘Why do you give all person your smile? Your smile is so beautiful! You know my girl... If I always think you, I will be crazy’
            Nomor asing, siapa yang mengiriminya SMS itu? Otaknya tak ingin memikirkan pesan aneh itu. Kemudian ia langsung menghapus pesan itu.


0 komentar:

Posting Komentar