Prolog
Ia menangis dalam sujudnya.
Keheningan dan dinginnya malam tak menghambat langkahnya untuk curhat kepada Yang
Maha Kuasa.
Ada yang hampa dalam harinya.
Tangisnya tak mampu mengisi
kekosangan itu, kosong dan terus kosong. Matanya sebab akibat butiran air mata
selalu mengalir deras di sudut matanya. Dia selalu bertanya kepada dirinya, apa
yang kosong? Hanya saja ia tak pernah menemukan jawabannya. Terkadang dia
bertanya, apakah kesendirian hidup yang membuatnya hampa? Lelaki? Tak sedikit pun
terlintas dibenaknya untuk berhubungan dengan lelaki. Bukan ia tidak menyukai
lelaki tapi ia tidak ingin pacaran sebelum menikah.
Tepat saat itu telepon genggamnya
berbunyi.
Dalam hati dia bertanya-tanya, siapa
yang meng-SMSnya tengah malam begini? Ibunya kah? Tidak mungkin, ibunya tidak
bisa mengirim SMS. Enggan sekali ia membaca malam – malam begini. Namun, rasa
ingin tahu mengalahkan keenganannya.
Oh, dilayar Hp nya tertulis ‘Why do you give all person your smile? Your
smile is so beautiful! You know my girl... If I always think you, I will be
crazy’
Nomor asing, siapa yang mengiriminya
SMS itu? Otaknya tak ingin memikirkan pesan aneh itu. Kemudian ia langsung
menghapus pesan itu.



0 komentar:
Posting Komentar