Aku tak sanggup melihat matamu, disaat kau kita bertemu pandang, hatiku aneh, ada getaran. Aku tak mungkin memilihmu, tak mungkin. Kita berbeda, kita tak sama, tak akan mungkin bisa bersatu. Aku salut akan ketegaranmu dalam menjalani hidupmu, tapi aku tak akan mungkin bisa memililih dan bersama dengamu. Kau bukanlah lelaki yang terbaik untukku, aku tau kau baik, terlalu baik. Namun, semua tentangmu, bertentangan dengan hidupku. Kau tak sehat untukku, kau tak mungkin bisa menjadi panutanku.
Sabtu, 22 Desember 2012
Kamis, 13 Desember 2012
Goresan Kecil
Terlalu sakit untuk diungkapkan. Mencintai tapi tak dicintai, serasa sembilu menoreh hati. Hanya bisa diam, hanya bisa menangis di dalam hati melihat, mendengarkan kau memperlakukan orang lain dengan begitu baik dan sempurna. Rasional ini selalu berkata "Lupakan dan lupakan dia"
Saat ini niat sangat dibutuhkan untuk mendapakatkan hidup yang lebih baik. Jalan yang terbaik membiarkan cerita denganya menjadi memori yang indah dan menatap masa depan yang cerah di depan mata.
Label:
Catatan Hati
Minggu, 18 November 2012
Aneh
Tak tau kenapa, pertemuan kedua itu setelah lama tak bertemu, membuatku merasa aneh terhadapmu. Aku tak tau dengan perasaanku, yang aku tau aku hanya menggapmu adalah temanku, teman yang aku kenal 1 tahun yang lalu. Di taman itu, kau meminta untuk berfoto bersama dengamu, tapi aku hanya berprasangka permintaan sebagai seorang teman kepada temannya. Namun, rasa aneh itu kian bermunculan, aku tak tau itu apa, tapi ada sedikit rasa iri terhadap orang yang dekat denganmu. Kau dekat dengan temanku, aku merasa ada sesuatu yang kosong pada diriku. Saat kau menanyakan aku ikut atau ga menuju ke tempat itu, aku sebenarnya sangat ingin pergi tapi aku tak bisa meninggalkan tanggup jawabku.
Aku takut rasa ini akan menjadi sesuatu yang tak aku inginkan, terlalu lama aku mengharapakan apa yang tak pernah akan dapat aku miliki. Dua kali aku hanya membuat waktu tanpa mendapatkan apa - apa. Enam tahun lamanya aku hanya menunggu dan menunggu tanpa ada respon dari mereka. Aku tak ingin lagi hal ini terjadi denganku terhadapmu. Aku hanya berharap semua ini berakhir, aku tak ingin terluka lagi.
Label:
Catatan Hati
Jumat, 02 November 2012
Luka
10 Agustus 2012
Jam setengah 4 pagi, saat itulah hati ini bagai disambar petir, saat aku mendengar tentang kecelakaan yang menimpa ayahku. Saat itu aku merasa menjadi anak yang tidak berguna, anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya. Aku tak pernah diberitahu tentang musibah yang menimpa ayahku. Ibuku, adikku dan semua keluargaku menyembunyikan semuanya dariku. Aku tak tau harus berkata apa, jantungku seakan - akan berhenti, suaraku tak mampu ku kelurkan, air mata sebisa mungkin ku tahan. Aku hanya bisa menangis di dalam hati.
Ya, Allah saat inilah ketabahan dan kesabaranku di uji.
Aku berusaha mengeluarkan kata, bahwa ayahku dirawat di RS M.Jamil. Saat itu juga aku ingin sekali pergi melihata ayahku. Namun, aku dilarang oleh adikku. Aku hanya bisa pasrah, aku sadar 2 hari perjalan dari Bandung ke kampung halamanku, itu membuatku sangat lelah. Namun, semua itu hilang dengan mendengar berita itu. Aku sadar, aku harus menunggu matahari terbit untuk pergi melihat ayahku. Di dalam kamarku aku hanya bisa meneteskan air mata tanpa berkata apapun. Hatiku begitu sakit, terluka, marah dan sedih.
Melihat ayahku dengan mata kanan yang tertutup oleh perban, aku sangat terluka. Namun, aku tak boleh menangis di depan ayahku, aku harus terlihat kuat di depan ayahku. Kata yang bisa keluar dari mulutku hanya bisa marah, karena aku tidak diberi tau. Ayahku menerima kemarahanku dan menghiburku. Ibuku berusaha untuk tegar di depanku, aku tau ibuku sedih dan sangat sedih.
Aku hanya bisa mendengar operasi mata ayahku berlangsung 5 jam, tanpa ada anak beliau yang menemaninya. Aku tak tau sama sekali, kedua adikku tak bisa menemani ayahku, hanya ibu yang menunggu. 5 jam lamanya ibu hanya bisa menahan sakit, sedih menunggu ayahku di operasi tanpa ada anaknya yang menemani.
Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini, aku merasa berdosa kepada orang tuaku, tapi aku tak tau sama sekali. Aku merasa sebagai anak yang tidak berbakti.
Semenjak kejadian itu aku bertekat melakukan yang terbaik untuk hidupku, membuat mereka bangga, bahagia.
Melakukan yang terbaik untuk mereka, melakukan apa yang mereka inginkan.
Melakukan yang terbaik untuk mereka, melakukan apa yang mereka inginkan.
Apa pun yang aku lakukan di dunia ini hanya ku persembahkan untukmu ayah dan ibuku,,,
I LOVE MY MOM n DAD
Label:
Catatan Hati
Kamis, 01 November 2012
Sayap Keimanan
Langkahku ku mulai dengan membaca lantunan ayat-Mu " بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ".
Ku mantapkan niatku,
Melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupku dengan cahaya dan jalan lurus dari-Mu.
Iringan langkahku, ku selalu mengharapkan ridho dari Mu,
Dalam perkataanku selalu ku selipkan nama - Mu
Dalam tangisku, ku selipkan rasa berdosaku pada - Mu
Dalam bahagiaku, ku selipkan rasa sukur pada - Mu
Dalam dukaku, ku pasrahkan semuanya pada - Mu
Dalam cobaan - Mu, ku selipkan ketabahan dalam hatiku
Dalam tidurku, ku pasrahkan pada - Mu
Dalam sholatku, ku sebut nama - Mu
Dalam hidupku, ku kibaskan sayap keimananku terhadap Mu.
Label:
Catatan Hati
Rabu, 31 Oktober 2012
Bahasa itu,,,
Bahasa mengandung emosi dari setiap penuturnya. Marah, senang, bahagia, sedih, gundah, gelisah, takut maupun duka itu terdengar dari lanjutan bunyi perkataannya. Penuturan ini dapat kita pelajari dalam ilmu Fonetik. Cacat bahasa itu sering dialami oleh banyak orang itu karena organ dalam pelafalan huruf dan kata itu tidak semupurna. Bagi kebanyakan orang bahasa itu dipandang sebelah mata. Banyak yang berkata "Buat apa belajar bahasa? mereka sebenarnya belum menyadari atau mungkin tidak mau sadar, bahwa bahasa merupakan ilmu yang terpenting dalam kehidupan.
Kenapa penulis berpendapat demikian?
Coba renungkan......!!!!
Ilmu kedokteran, semua orang berpendapat bahwa ilmu ini sangat diperlukan dan diagungkan dalam aplikasi kehidupan. Tanpa dipungkiri penulis pun berakata demikian, namun kalau ditelaah lagi bahasalah yang paling utama. Bayangkan manusia ini tidak mengenal bahasa, Apakah ilmu kedokteran bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan? tentu tidak, alat komunikasi yang terpenting adalah bahasa. Dengan bahasalah para ilmuan, profesor dapat mengungkapkan penemuannya.
Dalam segi agama islam, Allah menurunkan ayak pertama sekali itu adalah surat "Al-'Alaq" ayat pertama "Bacalah" membaca itu menggunakan bahasa, berarti secara tidak langsung kita harus mempelajari bahasa untuk dapat membaca dengan baik dan benar.
So,,,
Ilmu yang telah ditemukan maupun yang belum ditemukan itu sangat penting, tak ada kesia - sia kalau kita melakukan dengan sungguh - sungguh. Jangan pernah merendahkan ataupun meremehakan sesuatu karena kehidupan di dunia ini saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lain.
Label:
Catatan Hati
Selasa, 30 Oktober 2012
Mencapai Keinginan
Keinginan akan selalu menjadi keinginan jika tidak diaplikasikan ke dalam alam nyata. Dalam dunia filsafat terutama dalam ilmu Metafisika, dibalik sesuatu yang ada itu ada sesuatu yang ada. Berarti dibalik keinginan yang ada itu pasti akan ada sesuatu yang ada, yang ada tersebut yang tidak terlihat dari keinginan itu adalah usaha, dengan usaha makan akan ada yang harus yang dikorbankan dan harus dilakukan. Dibalik seuatu yang dikorbankan itu akan ada yang akan didapatkan. Apakah itu dalam perealisasikan keinginan maupun sesuatu yang tidak diharapkan?
Contohnya dalam kasus keinginan atau lebih tepat mimpi seseorang, sebut saja penulis yang sangat menginginkan untuk pergi ke Paris. Apa yang ada dibalik keinginan itu? Yang harus ada adalah kemampuan menguasai bahasa, kebudayaan, kenal daerahnya, dan yang terpenting harus ada materi untuk pergi kesana. Dan untuk mewujutakan itu maka harus ada pembelajaran bahasa, kebudayaan, pengenalan wilahnya agar dengan mudah untuk beradaptasi dengan penduduk yang ada disana. Untuk mendapatkan itu maka harus ada uang sebagai jembatannya, untuk mendapatkan uang maka harus melakukan pekerjaan dan usaha untuk mendapatkan uang. Apakah itu melalui penyerahan proposal kepada sponsor? Bekerja dan menabung? Untuk penyerahan proposal maka harus ada soft skill untuk pembuatan proposal dan untuk berkerja dan menabung maka harus ada kemampuan untuk di perjualkan agar mendapatkan uang.
Nah, maka untuk mewujudkan keinginan tersebut harus bekerja keras. Jangan pernah takut akan kegagalan, jangan pikirkan kegagalan itu, hadapi, lakukan dengan sungguh - sungguh. Jangan takut melakukan kesalahan, tak ada manusia yang tidak luput dari salah. Apapun yang dilakukan merupakan sebuah proses pembelajaran menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah,,,^_^
Label:
Catatan Hati
Perubahan
Masa bodoh mungkin itu yang paling tepat untuk sebutan diriku dulu. Aku tak mempedulikan orang - orang disekelilingku, yang aku pikirkan bagaimana membuat diriku bahagia, tanpa aku sadari aku membuat orang - orang disekirtarku terluka dan bahkan membenciku. Aku selalu menggap diriku benar, baik, dan semua tindakan ku benar. Bisa juga dibilang aku sangar egois. Aku masih ingat aku pernah menyakiti seorang sahabatku karena saat itu aku mengikuti rasa malasku, aku tak mau menemani dia sehingga berdampak buruk terhadap diriku. Aku selalu menggap diriku bisa melakukan apapun tanpa membutuhkan bantuan orang lain, aku selalu menyebut diriku mandiri walaupun sebenarnya aku membutuhkan tapi karena kegengsianku aku selalu meyakinkan diriku aku tidak membutuhkan bantuan teman - teman. Salah satu faktor yang membuat aku merasa seperti itu karena diantara aku dan sahabat - sahabatku aku lah yang paling dewasa, itu yang selalu dikatakan sahabatku.
Namun, rasa percaya diriku mulai memudar ketika aku telah memduduki bangku perkuliahan. Di kampus aku mulai bertemu dengan orang yang jauh lebih pintar, luwes, kaya, melebihi semua yang aku punya dan menjadi senjata kepercayaan diriku dan sifat masa bodohku. Berbagai permasalahan mulai aku hadapi dalam hari - hariku. Candaku sering membuat teman - temanku terluka sehingga teman - temanku meninggalkan aku. Kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan kebaikkan ku. Berbeda waktu aku ketika aku masih sekolah aku disegani oleh teman - teman ku, walau sifatku itu sangat menyebalkan tapi mereka bisa menerimaku apa adanya. Berbeda dengan dunia perkuliahan yang menuntut aku yang membuat orang menyukaiku.
Aku pernah merasa sejatuh - jatuhnya, aku merasa aku tak dihargai oleh orang - orang disekitarku, merasa disisihkan. Itu berdampak buruk sekali terhadap mentalku. Aku menjadi sosok seorang yang pendiam, aku lebih banyak mengalah, aku lebih banyak menyendiri, merasa takut melakukan apapun karena aku takut berada diantara orang - orang baru, aku takut untuk dibenci lebih dalam lagi.
Namun, aku masih bersyukur ada sesosok teman yang membantuku, dia selalu mendengarkan curhatanku, dia tidak pernah menyalahkan sikapku walau ku tau itu salah. Dia selalu membuatku merasa diriku berarti untuk orang lain, dia penyemangat hidupku. Nasihatnya mulai membangkitkan keberanianku lagi, kepercayaan diriku, keterpurukanku. Dia mengenalkanku dengan benyak orang yang dapat membantuku untuk bangkit dari keterpurukanku. Dia selalu mendengar keluh kesahku, tangisku, dukaku. Dari dia aku belajar tak selamanya aku bisa dicintai, disanyangi, dan dilihat oleh orang lain. Perkataan demi perkataan memotifasi diriku. Aku masih ingat perkataannya "Kalo kamu mau dilihat, dihargai, disayangi, dipercaya, dan dihormati orang lain maka kamu harus membuat dirimu layak untuk dilihat, dihargai, disayangi, dipercayai, dihormati orang lain" itu perkartaan yang sangat simple namun itu sangat memotifasi diriku.
Walau terkadang dia sering membuat aku terluka, namun aku tetap sangat berhutang budi kepada dia. Dia yang orang yang telah membuat diriku bangkit dari keretpurukan, dari sisi gelap yang singgah di hidupku. Walau banyak temanku yang tidak menyukai dirinya, namun aku selalu yakin kalau tak ada manusia yang sempurna...^_^
Thanks to my bestfriend
Thanks to my bestfriend
Label:
Catatan Hati
Kamis, 25 Oktober 2012
Ikhlas kuncinya
Berlapang dada sangat diperlukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Allah telah menetukan apa yang terbaik untuk hambanya. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan yang terjadi itu adalah rencana Allah, pasti memiliki makna yang terbaik dan itu lah yang indah untuk hidup manusia. Namun, sering kali manusia tidak bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya. Menyalakan orang lain, menyalahkan kehidupan, menyalahkan nasib buruk yang menimpa dirinya, dan bahkan ada yang menyalahkan Allah. Percayalah, setiap yang terjadi pada diri manusia hanya segelintir pelajaran hidup demi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Satu yang harus selalu dipegang dan dipelajari "Semua yang terjadi pada diri kita itu karena kesalah diri kita, jangan pernah menyalahkan orang lain, karena sesungguhnya orang lain itu tidak salah" dengan memegang prinsip itu maka ikhlas dan lapang dada akan selalu menyelimuti hati, sehingga hidup menjadi tenang dan tentram.
Label:
Catatan Hati
Sabtu, 03 Maret 2012
Ma Vie
20 tahun yang lalu, lahirlah seorang bayi perempuan. Seorang anak yang di nanti - nanti oleh pasangan suami istri yang 2 kali mereka kehilangan anak mereka. Segudang harapan tersirat di wajah. Bayi perempuan itu di beri nama Lisya Romafiri dengan harapan dengan hadirnya anak di tengah-tengah keluarga dapat menggobati luka untuk hari - hari mereka setelah mereka kehilangan 2 orang anak mereka sebelumnya. Namun, harapan tidaklah sesuai dengan harapan mereka, bayi mungil ini tak sehat yang mereka harapkan. Semua orang mungkin mengira bayi yang mempunyai badan yang begitu gemuk ini, sehat seperti bayi semestinya, namun kenyataan berkata lain, dia selalu sakit - sakitan. Bukan itu saja, bayi normal pada umumnya yang bisa berjalan di usia mereka 1 tahun, namun tidak dengan gadis kecil ini, umur 2 tahun pun dia belum bisa berjalan, jangankan berjalan merangkak pun dia tidak bisa. Berbagai upaya mereka lakukan untuk bisa mengajarkan gadis kecil ini, pengobatan alternatif mau pun medis hanya untuk agar putri mereka dapat berjalan seperti anak berumur 2 tahun umumnya. Dengan usaha, doa dan upaya untuk anak tercinta akhirnya gadis cilik ini dapat juga berjalan. Bukan itu saja, gadis cilik ini juga tidak bisa berbicara dengan benar, omonganya tidak jelas, susah untuk dimengerti, berkat usaha dan doa untuk anak tercinta, setelah berumur 5 tahun gadis cilik ini dapat berbicara dengan begitu cerewetnya.
Mendengar cerita hidup masa kecilku dari ibuku dan ayahku. Aku tau betapa sulitnya mereka merawat seorang anak yang serba lambat seperti aku. Disaat mereka melihat anak yang semuran dengan aku dulu bisa berjalan dengan lincah dan berbica dengan cerewetnya, namun tidak denganku, pasti itu sangat membuat hati mereka terluka.
Mamauku tercinta, papaku tercinta, pengorbananmu untuk merawatku begitu besar, namun aku belum bisa membalas semua yang telah kalian berikan kepadaku. Tak pernah kalian menuntut apa-apa dariku. Papa dan mama selalu bilang "asal anak kami bahagia kami pasti juga akan bahagia, ini sudah kewajiban kami sebagai orang tua, jangan pernah menyimpang dari ajaran agama anakku karena di akhirat nanti papa pasti akan diminta pertanggungjawabannya"
Aku akan selalu mengingat apapun pesan dari kalian, aku berjanji akan membuat kalian terus tesenyum.
I LOVE MOM n' DAD
Je t'adore,,,,,,
Mendengar cerita hidup masa kecilku dari ibuku dan ayahku. Aku tau betapa sulitnya mereka merawat seorang anak yang serba lambat seperti aku. Disaat mereka melihat anak yang semuran dengan aku dulu bisa berjalan dengan lincah dan berbica dengan cerewetnya, namun tidak denganku, pasti itu sangat membuat hati mereka terluka.
Mamauku tercinta, papaku tercinta, pengorbananmu untuk merawatku begitu besar, namun aku belum bisa membalas semua yang telah kalian berikan kepadaku. Tak pernah kalian menuntut apa-apa dariku. Papa dan mama selalu bilang "asal anak kami bahagia kami pasti juga akan bahagia, ini sudah kewajiban kami sebagai orang tua, jangan pernah menyimpang dari ajaran agama anakku karena di akhirat nanti papa pasti akan diminta pertanggungjawabannya"
Aku akan selalu mengingat apapun pesan dari kalian, aku berjanji akan membuat kalian terus tesenyum.
I LOVE MOM n' DAD
Je t'adore,,,,,,
Label:
Catatan Hati
Langganan:
Komentar (Atom)


