Selasa, 30 Oktober 2012

Perubahan

Masa bodoh mungkin itu yang paling tepat untuk sebutan diriku dulu. Aku tak mempedulikan orang - orang disekelilingku, yang aku pikirkan bagaimana membuat diriku bahagia, tanpa aku sadari aku membuat orang - orang disekirtarku terluka dan bahkan membenciku. Aku selalu menggap diriku benar, baik, dan semua tindakan ku benar. Bisa juga dibilang aku sangar egois. Aku masih ingat aku pernah menyakiti seorang sahabatku karena saat itu aku mengikuti rasa malasku, aku tak mau menemani dia sehingga berdampak buruk terhadap diriku. Aku selalu menggap diriku bisa melakukan apapun tanpa membutuhkan bantuan orang lain, aku selalu menyebut diriku mandiri walaupun sebenarnya aku membutuhkan tapi karena kegengsianku aku selalu meyakinkan diriku aku tidak membutuhkan bantuan teman - teman. Salah satu faktor yang membuat aku merasa seperti itu karena diantara aku dan sahabat - sahabatku aku lah yang paling dewasa, itu yang selalu dikatakan sahabatku.

Namun, rasa percaya diriku mulai memudar ketika aku telah memduduki bangku perkuliahan. Di kampus aku mulai bertemu dengan orang yang jauh lebih pintar, luwes, kaya, melebihi semua yang aku punya dan menjadi senjata kepercayaan diriku dan sifat masa bodohku. Berbagai permasalahan mulai aku hadapi dalam hari - hariku. Candaku sering membuat teman - temanku terluka sehingga teman - temanku meninggalkan aku. Kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan kebaikkan ku. Berbeda waktu aku ketika aku masih sekolah aku disegani oleh teman - teman ku, walau sifatku itu sangat menyebalkan tapi mereka bisa menerimaku apa adanya. Berbeda dengan dunia perkuliahan yang menuntut aku yang membuat orang menyukaiku. 

Aku pernah merasa sejatuh - jatuhnya, aku merasa aku tak dihargai oleh orang - orang disekitarku, merasa disisihkan. Itu berdampak buruk sekali terhadap mentalku. Aku menjadi sosok seorang yang pendiam, aku lebih banyak mengalah, aku lebih banyak menyendiri, merasa takut melakukan apapun karena aku takut berada diantara orang - orang baru, aku takut untuk dibenci lebih dalam lagi.

Namun, aku masih bersyukur ada sesosok teman yang membantuku, dia selalu mendengarkan curhatanku, dia tidak pernah menyalahkan sikapku walau ku tau itu salah. Dia selalu membuatku merasa diriku berarti untuk orang lain, dia penyemangat hidupku. Nasihatnya mulai membangkitkan keberanianku lagi, kepercayaan diriku, keterpurukanku. Dia mengenalkanku dengan benyak orang yang dapat membantuku untuk bangkit dari keterpurukanku. Dia selalu mendengar keluh kesahku, tangisku, dukaku. Dari dia aku belajar tak selamanya aku bisa dicintai, disanyangi, dan dilihat oleh orang lain. Perkataan demi perkataan memotifasi diriku. Aku masih ingat perkataannya "Kalo kamu mau dilihat, dihargai, disayangi, dipercaya, dan dihormati orang lain maka kamu harus membuat dirimu layak untuk dilihat, dihargai, disayangi, dipercayai, dihormati orang lain" itu perkartaan yang sangat simple namun itu sangat memotifasi diriku. 

Walau terkadang dia sering membuat aku terluka, namun aku tetap sangat berhutang budi kepada dia. Dia yang orang yang telah membuat diriku bangkit dari keretpurukan, dari sisi gelap yang singgah di hidupku. Walau banyak temanku yang tidak menyukai dirinya, namun aku selalu yakin kalau tak ada manusia yang sempurna...^_^
Thanks to my bestfriend

Kamis, 25 Oktober 2012

Ikhlas kuncinya

Berlapang dada sangat diperlukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Allah telah menetukan apa yang terbaik untuk hambanya. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan yang terjadi itu adalah rencana Allah, pasti memiliki makna yang terbaik dan itu lah yang indah untuk hidup manusia. Namun, sering kali manusia tidak bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya. Menyalakan orang lain, menyalahkan kehidupan, menyalahkan nasib buruk yang menimpa dirinya, dan bahkan ada yang menyalahkan Allah. Percayalah, setiap yang terjadi pada diri manusia hanya segelintir pelajaran hidup demi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Satu yang harus selalu dipegang dan dipelajari "Semua yang terjadi pada diri kita itu karena kesalah diri kita, jangan pernah menyalahkan orang lain, karena sesungguhnya orang lain itu tidak salah" dengan memegang prinsip itu maka ikhlas dan lapang dada akan selalu menyelimuti hati, sehingga hidup menjadi tenang dan tentram.

Sabtu, 03 Maret 2012

Ma Vie

20 tahun yang lalu, lahirlah seorang bayi perempuan. Seorang anak yang di nanti - nanti oleh pasangan suami istri yang 2 kali mereka kehilangan anak mereka. Segudang harapan tersirat di wajah. Bayi perempuan itu di beri nama Lisya Romafiri dengan harapan dengan hadirnya anak di tengah-tengah keluarga dapat menggobati luka untuk hari - hari mereka setelah mereka kehilangan 2 orang anak mereka sebelumnya. Namun, harapan tidaklah sesuai dengan harapan mereka, bayi mungil ini tak sehat yang mereka harapkan. Semua orang mungkin mengira bayi yang mempunyai badan yang begitu gemuk ini, sehat seperti bayi semestinya, namun kenyataan berkata lain, dia selalu sakit - sakitan. Bukan itu saja, bayi normal pada umumnya yang bisa berjalan di usia mereka 1 tahun, namun tidak dengan gadis kecil ini, umur 2 tahun pun dia belum bisa berjalan, jangankan berjalan merangkak pun dia tidak bisa. Berbagai upaya mereka lakukan untuk bisa mengajarkan gadis kecil ini, pengobatan alternatif mau pun medis hanya untuk agar putri mereka dapat berjalan seperti anak berumur 2 tahun umumnya. Dengan usaha, doa dan upaya untuk anak tercinta akhirnya gadis cilik ini dapat juga berjalan. Bukan itu saja, gadis cilik ini juga tidak bisa berbicara dengan benar, omonganya tidak jelas, susah untuk dimengerti, berkat usaha dan doa untuk anak tercinta, setelah berumur 5 tahun gadis cilik ini dapat berbicara dengan begitu cerewetnya.

Mendengar cerita hidup masa kecilku dari ibuku dan ayahku. Aku tau betapa sulitnya mereka merawat seorang anak yang serba lambat seperti aku. Disaat mereka melihat anak yang semuran dengan aku dulu bisa berjalan dengan lincah dan berbica dengan cerewetnya, namun tidak denganku, pasti itu sangat membuat hati mereka terluka.

Mamauku tercinta, papaku tercinta, pengorbananmu untuk merawatku begitu besar, namun aku belum bisa membalas semua yang telah kalian berikan kepadaku. Tak pernah kalian menuntut apa-apa dariku. Papa dan mama selalu bilang "asal anak kami bahagia kami pasti juga akan bahagia, ini sudah kewajiban kami sebagai orang tua, jangan pernah menyimpang dari ajaran agama anakku karena di akhirat nanti papa pasti akan diminta pertanggungjawabannya"

Aku akan selalu mengingat apapun pesan dari kalian, aku berjanji akan membuat kalian terus tesenyum.

I LOVE MOM n' DAD

Je t'adore,,,,,,