Senin, 24 Oktober 2016

Zahra (Ketika ku mencintaimu dalam diamku)

Prolog

            Ia menangis dalam sujudnya. Keheningan dan dinginnya malam tak menghambat langkahnya untuk curhat kepada Yang Maha Kuasa.
            Ada yang hampa dalam harinya.
            Tangisnya tak mampu mengisi kekosangan itu, kosong dan terus kosong. Matanya sebab akibat butiran air mata selalu mengalir deras di sudut matanya. Dia selalu bertanya kepada dirinya, apa yang kosong? Hanya saja ia tak pernah menemukan jawabannya. Terkadang dia bertanya, apakah kesendirian hidup yang membuatnya hampa? Lelaki? Tak sedikit pun terlintas dibenaknya untuk berhubungan dengan lelaki. Bukan ia tidak menyukai lelaki tapi ia tidak ingin pacaran sebelum menikah.
            Tepat saat itu telepon genggamnya berbunyi.
            Dalam hati dia bertanya-tanya, siapa yang meng-SMSnya tengah malam begini? Ibunya kah? Tidak mungkin, ibunya tidak bisa mengirim SMS. Enggan sekali ia membaca malam – malam begini. Namun, rasa ingin tahu mengalahkan keenganannya.
            Oh, dilayar Hp nya tertulis ‘Why do you give all person your smile? Your smile is so beautiful! You know my girl... If I always think you, I will be crazy’
            Nomor asing, siapa yang mengiriminya SMS itu? Otaknya tak ingin memikirkan pesan aneh itu. Kemudian ia langsung menghapus pesan itu.


Selasa, 29 September 2015

Menjadi Muslimah sejati atau menjadi muslimah yang kagumi?

"Seindah perhiasan dunia adalah wanita sholehah"

Kata sederhana yang mempunyai makna yang biasa. Seperti apakah wanita sholehah itu?

     Saat ini, begitu banyak wanita yang mementingkan kehidupan dunia dan mengeyampingkan kehidupan akhirat. Berlomba-lomba berpenampilan seperti 'barbie', yang konon katanya dalam budaya pop 'wanita cantik itu adalah seperti barbie' sehingga berlomba-lomba untuk mempercantik diri dengan berbagai cara.  Rela berjam-jam mengahabiskan waktu untuk merawat diri di salon kecantikan. Rela berjam-jam keliling mall memilih baju dan asesoris yang sedang update. Rela menghabiskan uang untuk membeli barang dan produk untuk mempercantik diri. 

          Lalu, untuk apa semua itu? Katanya wanita harus seperti itu, wanita harus menjaga dirinya agar tetap cantik. Pertanyaan selanjutnya, untuk siapa? Jawaban umum, minimal untuk diri sendiri, kalau wanita tidak merawa diri tidak ada lelaki yang mendekati, untung-untung mendapatkan lelaki kaya.
Astafirullah....

         Pikiran yang sangat dangkal bukan?
         
     Tentu banyak wanita yang tidak setuju dengan pernyataan itu. Liat saja, para wanita sukses mereka menjaga penampilan meraka, rajin merawat diri, memakai pakaian yang bagus serta asesoris yang cocok. Pendidikannya bagus, kariernya bagus, penampilannya bagus.

     Benar, mereka wanita pintar dan juga sukses. Tapi mereka lupa, kehidupan ini tidak hanya di dunia saja.

      Coba pikir! Hampir kebanyakan wanita menghabiskan waktunya untuk kehidupan dunia, ke salon, ke mall, membeli barang-barang untuk mempercantik diri. Tapi relakan mereka menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan amal untuk kehidupan akhirat? Kebanyakan mereka menjawab, nanti saja kalau sudah tua, sekarang nikmati dulu masa muda.

          Pernahkan mereka berpikir bagaimana jika mereka besok dipangggil oleh Allah SWT?

          Manset kebanyak manusia itu mati itu kalau sudah berumur 60 tahun-an atau orang yang sakit. Meraka terlena dengan kehidpan dunia lupa akan semua yang terjadi di dunia ini telah dtentukan oleh Allah SWT.

     Bahkan tidak sedikit seorang wanita muslim yang menghina penampilan wanita lainnya berpakaian sesuai yang diatur oleh Alquran. Sok alim lah katanya. Kurang gaul lah katanya. Atau bahkan ada yang berkata jilbabi hatinya dulu baru nanti jilbabi diri.

         Jibab itu adalah kewajiban setiap muslimah, terdapat dalam firman Allah 

"Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

      Sangat jelas, Allah memerinkahkan seorang wanita muslim harus menutup aurat dan mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh. Tapi sayang kebanyakan dari meraka tidak mengamalkan Alquran. Astagfirullah.....

          Sadarlah, dunia ini hanya kehidupan sementara, akhiratlah tujuan sebenarnya.

       Menggunakan jilbab dan hijab itu bukanlah suatu hambatan untuk seorang wanita tapi justru pelindung untuk diri. Jadilah seorang muslim sejadi sesuai dengan yang diajarkan alquran dan hadist, InysaAllah kau akan mendapatkan kehidupan dunia dan akhirat.



Sabtu, 06 Juli 2013

Hikmah dibalik Cinta Tak Terbalas

Terkadang aku berfikir, kenapa aku hati harus memilih seseorang untuk dicintai?
Apalagi jika perasaan itu muncul sebelum menjadi halal?
Sehingga jika menuruti hawa nafsu maka akan terjerumus ke dalam sumur dosa.

Ajaran islam melarang manusia untuk mendekati dosa. Secara tidak langsung, islam itu melarang berpacaran sebelum menikah tetapi kenapa perasaan itu muncul?

Terkadang manusia menahan rasa itu dengan air mata, apalagi jika perasaan itu tak terbalas, bahkan hanya air mata dan air mata yang terus mengalir. Siapa yang patut disalahkan? diri sendirikah, karena sudah berani bermain cinta? ataukah orang lain yang tidak membalas perasaan itu?

Percayaalah dari semua yang terjadi dalam diri manusia itu adalah cobaan untuk meningkatkan keimanannya. Mungkin dengan perasaan cinta itu, mengajarkan manusia untuk bisa menahan nafsu, mengajarkan manusia untuk mencinta sesama itu, bahkan mengajarkan manusia untuk ikhlas menerima apa yang telah ditaksirkan Allah kepadanya. Bahkan Allah pasti akan memberikan pengganti yang lebih baik nantinya.